Cuci-cuci....Bersih-bersih....!! Yuk Pilih buku mana saja yang kamu suka, dan dapatkan discount special UP TO 40%. Psstt...bisa buat teman ngabuburit juga loh dalam rangka menyambut Ramadhan kali ini.
Bekerjasama dengan Penerbit KOMPAS, mengedepankan buku-buku bertemakan nasionalisme. Mari kita gali lagi pengetahuan tentang INDONESIA!! Supaya kita lebih...CINTA INDONESIA. MERDEKA!
“Kurasa kami membuat Lorong Jeritan menjadi terlalu menakutkan karena di tengah-tengah permainan, Shane meringkuk seperti bola di kolong tempat tidur. Kami berusaha membuatnya merangkak...
Aku bisa pastikan, semua orang yang membaca buku ini pasti akan merasa tersindir, senyum-senyum dan mesem-mesem sendiri, bahkan mungkin akan tertawa ngakak guling-guling sampai berlinang air mata....
Penulis: Roland Gunawan Sitompul, M.Sc.
(penikmat sastra, bermukim di Amerika Serikat)
Sebagai seorang penikmat buku-buku sastra terbitan berbagai negara,saya sangat...
“Mengungkap dahsyatnya efek perang di Irak yang dirasakan semua orang, dari Wall Street hingga ke jalan-jalan di Inggris, dari rakyat Irak hingga ke pedagang kecil di Afrika.”
—Guardian
“Dengan hanya 1 triliun dolar, Pemerintah AS bisa membangun 8 juta unit rumah, menggaji 15 juta guru selama setahun, membayar asuransi kesehatan 530 juta anak selama setahun, memberikan beasiswa empat tahun kepada 43 juta mahasiswa di universitas negeri. Sekarang, kalikan tiga jumlah-jumlah itu.”
Amerika Serikat kini berada di ambang krisis ekonomi yang menurut sejumlah ahli setara dengan masa Great Depression tahun 1930-an, bahkan mungkin lebih hebat lagi. Salah satu penyebab kehancuran ekonomi AS ini ditengarai adalah invasinya di Irak.
Studi terperinci dari ekonom peraih Nobel Ekonomi 2001, Joseph E. Stiglitz, dan profesor Harvard, Linda J. Bilmes, menyoroti ongkos-ongkos raksasa yang disembunyikan dari mata rakyat AS. Salah satu contoh kecurangan itu adalah penggantian peralatan militer yang dihargai 6 kali lipat lebih mahal daripada pada masa damai. Tidak hanya merugikan kepentingan nasional AS, perang Irak juga menggoyang stabilitas ekonomi dunia.
Lebih dari sekadar kerugian ekonomi, invasi Amerika ke Irak adalah tragedi besar dengan ongkos kemanusiaan yang tak terhitung.
“Biaya perang di Irak cukup untuk:
memberikan layanan kesehatan bagi 47 juta rakyat AS yang tak memiliki asuransi kesehatan
menyediakan pendidikan pra-TK yang bermutu untuk semua anak
menuntaskan krisis perumahan
membuat biaya perguruan tinggi terjangkau oleh semua mahasiswa
menyediakan keringanan pajak bagi puluhan juta keluarga kelas menengah.”