Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh : Muhammad Dullah Rivani
(Pemerhati Sastra dan Agama, bermukim di Doha, Qatar)
Puisi-puisi karya Leonowens SP, merupakan karya yang dibuat dengan kepekaan tinggi terhadap...
Membaca novel-novel Dan Brown bersiaplah untuk bergadang. Itulah selalu yang selalu saya alami. The Lost Symbol menjadi pengalaman ketiga setelah The Da...
Seminar Atlantis;The Lost Continent Finally Found akan segera digelar. Bagi
Anda yang tertarik untuk hadir dapat memperoleh undangan seminar Atlantis;The
Lost Continent Finally Found karya...
Kendati dicap sebagai teroris oleh Israel & sekutu-sekutu Baratnya,
Hamas adalah suara hati rakyat Palestina. Pemilu tahun kemarin adalah salah satu buktinya. Buku ini memaparkannya dengan sangat jernih.
—Alwi Shihab, mantan Menteri Luar Negeri RI Periode 1999-2000
Mengungkap:
Sejarah dan latar belakang pendirian Hama
Rahasia keberhasilan Hamas merebut hati rakyat Palestina
Sebab-sebab kemenangan Hamas dalam Pemilu Palestin
Konspirasi Israel dan Barat untuk menghancurkan Hama
Pembunuhan tokoh-tokoh Hamas oleh Israel
Hamas adalah ikon utama perjuangan rakyat Palestina dan umat Islam melawan kezaliman Israel. Meski Israel membombardir Jalur Gaza dan membinasakan ribuan warga sipil Palestina, Hamas tidak pernah sedikit pun menunjukkan rasa gentar. Bahkan, dukungan Amerika Serikat terhadap agresi Israel di Jalur Gaza melalui forum Dewan Keamanan PBB tidak mampu meredam semangat Hamas untuk mengulang kejayaan Hizbullah ketika menghadapi agresi Israel di Lebanon pada pertengahan 2006.
Agresi militer Israel di Jalur Gaza telah meningkatkan popularitas Hamas di tingkat dunia internasional. Hamas kini tidak hanya milik kaum Muslim Palestina, tetapi seluruh kaum Muslim di seluruh penjuru dunia. Bahkan, Hamas mendapat tempat di hati setiap orang yang merindukan perdamaian sejati di Timur Tengah. Dunia kini menyadari bahwa tuduhan teroris yang dipropagandakan Amerika Serikat dan Israel hanyalah taktik usang untuk menafikan eksistensi Hamas dalam proses perdamaian Timur Tengah. Hamas telah menjelma menjadi ikon perlawanan terhadap
Siapakah sesungguhnya Hamas? Apa keistimewaan gerakan ini jika dibandingkan dengan gerakan-gerakan perlawanan Palestina lainnya? Seberapa besar peranan Hamas dalam perjuangan kaum Muslim Palestina hingga Israel merasa perlu mengerahkan seluruh kekuatan militer untuk menghancurkannya?
Buku ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui sebuah kajian
yang komprehensif tentang kiprah politik Hamas selama ini. Pembaca akan memeroleh pemahaman yang lebih mendalam dan rasional mengenai posisi Hamas dalam pusaran konflik Palestina-Israel.
“Buku ini membuktikan bahwa eksistensi Hamas dalam lintasan sejarah perjuangan kaum Muslim Palestina tidak dapat diabaikan begiru saja oleh Amerika Serikat dan Israel. Patut dibaca oleh para peminat studi Timur Tengah di Indonesia.”
—Abdillah Toha, Anggota Komisi I DPR-RI/Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI/Vice President Executive Committee