Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh: Debby Gontha
(Pengusaha dan Penikmat Sastra)
Begitu banyak kisah yang telah terjadi di dalam waktu. Kita menjalani hari-hari dalam waktu. Seringkali kita juga diburu oleh...
Oleh: Dr. Sabariamsyah, S.Pd, M. Hum
(Praktisi Pendidikan di Jepang)
Berbagai peristiwa penting atau berkesan dalam kehidupan, menjadikan setiap orang akan selalu berbeda cara dalam...
Oleh : Muhammad Dullah Rivani
(Pemerhati Sastra dan Agama, bermukim di Doha, Qatar)
Puisi-puisi karya Leonowens SP, merupakan karya yang dibuat dengan kepekaan tinggi terhadap...
Marketing is everybody's business. Di era keterbukaan sekarang ini, politik tidak boleh hanya dimenangkan lewat pengerahan massa, tapi juga melalui penggunaan strategi pemasaran yang jelas. Dalam buku yang unik ini, Adman Nursal, yang sudah lama saya kenal sebagai praktisi dengan idealisme dan naionalisme yang tinggi, menunjukkan caranya. Semua pelaku, pengamat, bahkan pemilih harus membaca buku yang bagus ini.Hermawan Kartajaya(President MarkPlus and Co. dan President World Marketing Association)Buku ini sangat bagus sebagai bahan referensi tentang kampanye politik di era multimedia sekarang yang sepenuhnya sudah menggunakan teknik-teknik marketing modern oleh para profesional marketing yang menggantikan tim sukses tradisional di berbagai pemilu yang lalu.
Bagi para mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Politik, buku ini sangat baik sebagai referensi yang membuka wawasan mengenai kampanye politik dengan menggunakan teknik-teknik pemasaran modern di era globalisasisaat ini. Pendekatan yang tidak "membujuk" atau "mempengaruhi" calon pemilih, tapi lebih pada "apresiasi" dan "keterlibatan aktif" mereka.Dr. IshadiS.K.Doktor Ilmu Komunikasi, Dirut Trans TV)Kampanye politik dalam sebuah tatanan negara modern telah bergeser dari "political war" dan debat-debat yang penuh intrik menjadi sebuah "marketing war" yang kreatif, inovatif, dan persuasi. Ia akan menjadi ajang tontonan yang manarik ketimbang penuh konflik. Kuncinya adalah pada panerimaan "voter market", bukan opini sempit. Buku ini wajib dibaca politisi putih yang yakin dirinya bersih. Untuk memenangkan "kebenaran".Dr. Rhenald Kasali(Ketua Program Studi Ilmu Manajemen, Fakultas Pascasarjana UI)