Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh: Dr. Sabariamsyah, S.Pd, M. Hum
(Praktisi Pendidikan di Jepang)
Berbagai peristiwa penting atau berkesan dalam kehidupan, menjadikan setiap orang akan selalu berbeda cara dalam...
Oleh : Muhammad Dullah Rivani
(Pemerhati Sastra dan Agama, bermukim di Doha, Qatar)
Puisi-puisi karya Leonowens SP, merupakan karya yang dibuat dengan kepekaan tinggi terhadap...
Membaca novel-novel Dan Brown bersiaplah untuk bergadang. Itulah selalu yang selalu saya alami. The Lost Symbol menjadi pengalaman ketiga setelah The Da...
Tere: 17 tahun, 2 SMU, wajah manis. Saat jalan-jalan di mal, dia berebut kaus dengan cowok cute tapi nyebelin. Besoknya di sekolah, Tere ketemu lagi sama cowok itu. Ternyata cowok itu anak baru, namanya Giovani.Giovani: 17 tahun, jago main piano, satu sekolah sama Tere, tapi lain kelas. Pernah patah hati karena ditinggal cewek. Saat pertama kali bertemu Tere di mal, dia sebel banget sama cewek itu.
Ortu Tere dan Giovani ternyata teman lama. Mereka udah berencana ngejodohin keduanya. Tere cuma dikasih tau bahwa cowok jodohnya itu bernama Opan. Giovani, alias Opan, lebih beruntung. Dia pernah melihat foto Tere. Jadi Opan tahu Tere, tapi Tere nggak tahu bahwa Opan dan Giovani adalah orang yang sama. Setelah mengetahui Giovani adalah Opan, Tere malah makin sebel sama cowok itu. Masalah jadi tambah ruwet waktu Tere tahu ternyata dua sahabatnya juga naksir Giovani. Giovani juga tahu bahwa Tere naksir Evans, sang ketua OSIS.Tanpa mereka sadari, mereka sebenarnya sama-sama cemburu.
menurut aku buku nya keren banget cuma dari cover aku lansung tertarik membaca novel ini. kekurangannya ceritanya sedikit ga nyambung. tapi walaupun gitu ceritanya bikik kita yang baca ga bisa berenti baca kalu belum habis.. penggambaran watak, tokoh, setting,alur semuanya balance.bahasanya juga mudah dimengerti . bisa bikin yang ga atau kurang suka baca novel jadi tertarik dan mudah menangkap maksud si penuis tersebut.TOP BGT!! buat kita berimajinasi