Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada Pelanggan, maka seluruh staff akan menjalankan training diluar kota pada tanggal 26 - 30 Januari 2010. Oleh karena itu, selama masa training, order akan diproses dan dikirim pada tanggal 1 Februari 2010.
Menguak Jiwa Penyair Perempuan di Dunia Maya
Oleh: Kurniawan Junaedhie
Kriteria apa yang dipakai untuk memuat puisi para penyair yang ada di Facebook ke dalam buku ini? Tidak ada. Malah...
kalau anda menganggap hidup anda biasa biasa saja, maka cobalah untuk menemukan harta terpendam dengan berkaca pada pengalaman mitch albom dan morrie dalam pertemuan mereka setiap hari selasa
Resensi Buku ::: To Bee or Not To Bee
Judul : To Bee or Not To Bee, Lebah yang Bosan Mencari Madu
Penulis : John Penberthy
Tebal : 154 halaman
Cetakan : 2009
Penerbit : PT...
Proses Nominasi dan Seleksi Calon Legislatif Pemilu 2004 Fenomena oligarki yang begitu kental dalam proses pencalonan legislatif Pemilu 2004, di satu pihak, merupakan warisan otentik dari struktur otoriter Orde Baru yang mengharamkan partisipasi rakyat dan sebaliknya, menghalalkan mobilisasi oleh negara beserta agen-agennya seperti birokrasi sipil dan militer. Di pihak lain, ketika Soeharto dan oligarki negara ala Orde Baru runtuh, para politisi partai pasca-Soeharto terperangkap ke dalam kecenderungan oligarkis baru melalui partai-partai yang struktur kepemimpinannya merupakan duplikasi dari struktur tradisi sosio-kultural lokal. Akibatnya, kesempatan bagi rakyat untuk menjadi faktor determinan dalam proses politik yang telah dibuka melalui gerakan reformasi acapkali terbelenggu oleh struktur masyarakat yang cenderung patrimonial dan feodalistik. Sementara itu, berbagai instrumen demokratis yang direkayasa untuk meningkatkan partisipasi publik dalam proses politik pada akhirnya hanya menjadi proforma birokratis yang justru menjustifikasi berulangnya praktik oligarkis dalam kehidupan partai politik.Lebih jauh lagi, studi ini memperlihatkan bahwa institusionalisasi politik yang menjadi kata kunci dalam demokratisasi, belum bisa berlangsung. Partai-partai politik di tingkat lokal, meskipun merupakan kepanjangan dari struktur partai yang sentralistik di tingkat nasional, akhirnya menjadi wadah akomodasi bagi "re-tradisionalisasi" politik karena untuk sebagian kasus, faktor-faktor kultural-tradisional lebih berpengaruh dalam proses seleksi para elite politik di legislatif ketimbang faktor kapasitas politik.