Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh : Muhammad Dullah Rivani
(Pemerhati Sastra dan Agama, bermukim di Doha, Qatar)
Puisi-puisi karya Leonowens SP, merupakan karya yang dibuat dengan kepekaan tinggi terhadap...
Membaca novel-novel Dan Brown bersiaplah untuk bergadang. Itulah selalu yang selalu saya alami. The Lost Symbol menjadi pengalaman ketiga setelah The Da...
Seminar Atlantis;The Lost Continent Finally Found akan segera digelar. Bagi
Anda yang tertarik untuk hadir dapat memperoleh undangan seminar Atlantis;The
Lost Continent Finally Found karya...
Pemilihan umum legislatif 2004 bergelar the most complicated electoral system in the world. Sistemnya ambisius: gabungan antara dua ibu sistem pemilu, sistem distrik dan proporsional. Lumrah kalau secara teknis sangat rumit. Dilaksanakan di dalam konteks lapangan yang tidak kalah kompleks problemnya.
Buku ini menjawab pertanyaan dan kebingungan teknis yang muncul di masyarakat. Dimensi-dimensi teknis pemilu diulas tuntas dengan bahasa ringan. Anda akan mudah mencerna detil-detil tatalaksana pemilu: pendaftaran pemilih, sosialisasi, kampanye, pemungutan suara, penghitungan suara, kandidat, nomor urut, kuota kursi, pembagian kursi, dan bahkan sisa sara. Buku ini menyadarkan dua hal: bahwa di lapangan, pemilu adalah perkara teknis dan untuk rakyat kebanyakan. Orang-orang biasa.