Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh : Muhammad Dullah Rivani
(Pemerhati Sastra dan Agama, bermukim di Doha, Qatar)
Puisi-puisi karya Leonowens SP, merupakan karya yang dibuat dengan kepekaan tinggi terhadap...
Membaca novel-novel Dan Brown bersiaplah untuk bergadang. Itulah selalu yang selalu saya alami. The Lost Symbol menjadi pengalaman ketiga setelah The Da...
Seminar Atlantis;The Lost Continent Finally Found akan segera digelar. Bagi
Anda yang tertarik untuk hadir dapat memperoleh undangan seminar Atlantis;The
Lost Continent Finally Found karya...
Buku ajar ini disusun sebagai pegangan bagi mahasiswa di ruang kuliah. Di dalamnya, antara lain, dibahas penalaran dalam bahasa, penyajian karya ilmiah, penulisan laporan penelitian, dan komunikasi lisan. Tiap bab dilengkapi pula dengan latihan soal.
Selain itu, dosen yang memerlukan panduan dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia pun dapat memanfaatkan buku ini.
bahasa indonesia di PT Oleh: m. amir tohar - 05 August 2008
Membaca buku ini cukup menarik, setidaknya bagi para mahasiswa yang baru saja masuk perguruan tinggi. dengan membaca buku ini, sebagai mahasiswa baru akan mengetahui pentingnya bahasa indonesia bagi mereka. Di samping sebagai acuan jika kelak mereka akan menulis tesis.
Barangkali beberapa kesalahan cetak di sana-sini, tapi sebagai acuan awal bagi mahasiswa yang akan jadi intelektual muda, buku ini penting sebagai referensinya.