aku baru aja beli buku ini, di gramedia blok m..sekitar 2 minggu yg lalu..
aku butuh referensi untuk kebaya yg mw aku pakai di akad ku nanti (Insya Allah), dan ternyata hanya buku ini satu2nya...
IDENTITAS BUKU
Buku ini berbicara tentang organisasi non-pemerintah. Pada intinya, David Korten ingin menyatakan bahwa kehidupan manusia berada dalam krisis. Kita harus berani...
Rubaiyat Misteri Tak terlupakan
Dimuat di Koran Jakarta, 13 Desember 2008
Oleh Mohamad Asrori Mulky
Peneliti Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Universitas Paramadina Jakarta.
...
Barack Obama, yang pernah empat tahun tinggal di Jakarta, tahu bahwa kata-kata, komentar, dan tulisan punya daya gedor yang bisa mempengaruhi publik dan opini massa. Dia sadar ucapan dan kata-kata merupakan pegangan ketika orang menilai kapasitas dan integritas dirinya.
Buku ini merekam pikiran dan ucapan Barack Obama atas sikapnya tentang berbagai persoalan dan memperlihatkan visi terbaiknya. Dikumpulkan dari berbagai sumber tepercaya, baik media, pidato resmi, siaran pers, juga podcast.
Di satu sisi, ucapan dan pemikirannya merupakan sumber berita media terkemuka, di sisi lain Obama juga seorang politikus yang terlibat dalam banyak persoalan kemanusiaan. Ia memberi pandangan, melontarkan pendapat, mengajukan alternatif, menyodorkan solusi; tapi juga dengan berani menolak, mengecam, dan gagah berpendirian dengan teguh.
Dari kutipan ini, ia bukan saja terlihat pandai bersilat kata, memilih sejumput kata dengan begitu pas dan mengena, melainkan juga memancarkan karisma, rendah hati, bahkan berani menampilkan rasa humor.
Masyarakat selalu ingin tahu lebih banyak tentang Barack Obama. Pembaca ingin tahu apa komentarnya tentang Presiden George W. Bush, kebijakan politik pemerintahan AS sekarang, operasi militer di Irak yang ditentangnya, Islam, Israel, perang melawan terorisme, termasuk John McCain, visi masa depan, sampai perilaku masa kecilnya.
Inilah buku yang dengan segera bisa menjadi sumber bahan rujukan atas pemikiran Obama, sekaligus membungkus kepribadian Obama sedemikian rupa sebagai negarawan, orator, ahli hukum, yang progresif dan humanis.