LEONOWENS SP DAN KEMEGAHAN TERRALUKA
    
Oleh: Debby Gontha (Pengusaha dan Penikmat Sastra) Begitu banyak kisah yang telah terjadi di dalam waktu. Kita menjalani hari-hari dalam waktu. Seringkali kita juga diburu oleh waktu. Lantas, apa sebenarnnya waktu itu sendiri? Sungguh, waktu adalah sesuatu yang sangat absurd dalam kehidupan ini. Kita terlalu sering menyebut dan menghabiskannya. Adalah waktu, sesuatu yang tak bisa dimajukan atau dimundurkan. Dia berjalan sebagaimana adanya, tak ada yang kuasa untuk mencegahnya. Dan waktu, diangkat dalam salah satu kemegahan karya Leonowens SP yang terdapat dalam buku Terraluka I dengan judul “Kisah Waktu” (hal. 67).
Kisah Waktu
Di antara bebiji penantian, kita saling menunggu jatuhnya waktu di pangkuan gulita nasib. Para pembisik waktu tak memberi mata kejatuhan, atau membiarkan terjatuh dari suatu perhitungan akhlak berseberang. Hanya gelak cibir dari waktu, menghakimi: penantian antara aku dan kau, sebelum karma melanjut!
Ada kisah yang terekam di antara waktu dalam puisi tersebut. Tentunya kisah anak manusia yang meniti peristiwa demi peristiwa dalam kehidupannya. Ada suka dan duka yang tergambar dari citraan yang ditampilkan secara bijaksana oleh puisi Leonowens SP.
“...Hanya gelak cibir dari waktu, menghakimi: penantian antara aku dan kau, sebelum karma melanjut!” Perihal “karma,” juga merupakan sesuatu yang seringkali dialami oleh manusia. Di puisi tersebut, ada karma yang menjadi salah satu kata kuncinya. Apakah karma yang buruk, ataukah karma yang baik? Kita kadang berpersepsi bahwa jika perbuatan kita baik, maka nantinya kita akan mendapatkan karma yang baik; jika perbuatan kita buruk, maka buruk pula karma yang nantinya akan kita dapatkan. Meskipun kadang sebagai manusia, kita sering juga mendapati peristiwa orang yang baik kadang menerima perlakuan yang buruk dari orang lain, dengan bermacam-macam alasan tentunya. Dan kisah antara “aku dan kau” menjadikan puisi ini terasa sebagai cuplikan dari peristiwa yang pernah dialami oleh dua anak manusia: yang memiliki pandangan yang berseberangan sedang dalam masa penantian. Entah untuk saling bertemu dalam rindu, atau ketika saling memperlihatkan dendam akibat suatu problematika masa lalu. Yang akhirnya, waktu jualah yang akan mempertemukan mereka berdua nantinya. Menurut hemat saya, salah satu kekuatan dari karya-karya Leonowens SP terletak pada: ketika ia mampu mereposisi dirinya sebagai obyek atau subyek yang saling bergantian, bertentangan, hingga mengabsurdiskan keduanya.
Kisah-kisah yang kita alami selama kurun waktu perjalanan hidup, merupakan inspirasi yang tiada habisnya untuk dituangkan dalam berbagai karya. Leonowens SP, dengan kecerdasan dan keahliannya untuk menangkap sebuah peristiwa dan berbagai hal menarik dalam berbagai sisi kehidupan, telah menjadikan puisi-puisi indah karyanya begitu sarat dengan makna filosofis kehidupan. Tentu perlu dibaca dengan seksama dan hati-hati, agar bisa mengerti dan memahami makna yang terkandung di balik kemegahan puisi-puisi karyanya. Ada banyak kisah yang tertuang dalam buku Terraluka I, dan kita akan membaca berbagai kisah menarik di dalamnya. Setiap orang ketika membacanya, akan ada persepsi maupun pemahaman yang berbeda-beda. Namun pada intinya apa yang ada dalam puisi-puisi karya Leonowens SP, mengajak kita untuk berpikir lebih kritis tentang suatu peristiwa yang terjadi. Dan tak lupa, selalu ada sesuatu yang misteri dari setiap kalimat yang dituliskan oleh sang maestro tersebut.*** |