Cuci-cuci....Bersih-bersih....!! Yuk Pilih buku mana saja yang kamu suka, dan dapatkan discount special UP TO 40%. Psstt...bisa buat teman ngabuburit juga loh dalam rangka menyambut Ramadhan kali ini.
Bekerjasama dengan Penerbit KOMPAS, mengedepankan buku-buku bertemakan nasionalisme. Mari kita gali lagi pengetahuan tentang INDONESIA!! Supaya kita lebih...CINTA INDONESIA. MERDEKA!
“Kurasa kami membuat Lorong Jeritan menjadi terlalu menakutkan karena di tengah-tengah permainan, Shane meringkuk seperti bola di kolong tempat tidur. Kami berusaha membuatnya merangkak...
Aku bisa pastikan, semua orang yang membaca buku ini pasti akan merasa tersindir, senyum-senyum dan mesem-mesem sendiri, bahkan mungkin akan tertawa ngakak guling-guling sampai berlinang air mata....
Penulis: Roland Gunawan Sitompul, M.Sc.
(penikmat sastra, bermukim di Amerika Serikat)
Sebagai seorang penikmat buku-buku sastra terbitan berbagai negara,saya sangat...
Menjelang Hari "H" Pemilu 2009 aroma persaingan semakin terasa panas. Ribuan spanduk yang terpampang di mana-mana dan menjadi pemandangan di seluruh pelosok Indonesia telah membuat sebagian penduduk Indonesia jengah dan penat pada wajah-wajah yang tidak dikenal. Namun, itulah "Industri Kompetisi Politik Nasional", genderang kompetisi telah dibunyikan KPU sejak disahkannya 38 partai politik peserta pemilu serta diajukannya sekitar 12.000 orang calon legislatif. Padahal, kursi yang diperebutkan hanya sekitar 560 buah.
Buku ini mengungkap pengalaman penulis sebagai pembicara publik yang layak diketahui oleh para caleg dan jurkam. Seorang pemimpin selain dituntut profesional dalam memimpin, juga profesional berbicara di depan publik. Bahkan pintar berbicara di depan publik adalah pelengkap utama seorang pemimpin. John F Kennedy, Bung Karno, Martin Luther King, Barack Obama, bahkan Susilo Bambang Yudhoyo telah membuktikannya.
Dengan membaca buku ini dan menerapkannya, diharapkan pembaca menjadi efektif dalam kapasitasnya sebagai jurkam atau caleg untuk menjabarkan visi dan misi partai politik yang diusungnya sehingga para konstituen tertarik untuk mencontreng para caleg dalam partai mereka untuk memenangi pemilu. Atau, setidak-tidaknya, mereka semakin terampil dalam setiap kesempatan wicara (pidato) di depan publik dalam kehidupan kemasyarakatan mereka.