Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh: Debby Gontha
(Pengusaha dan Penikmat Sastra)
Begitu banyak kisah yang telah terjadi di dalam waktu. Kita menjalani hari-hari dalam waktu. Seringkali kita juga diburu oleh...
Oleh: Dr. Sabariamsyah, S.Pd, M. Hum
(Praktisi Pendidikan di Jepang)
Berbagai peristiwa penting atau berkesan dalam kehidupan, menjadikan setiap orang akan selalu berbeda cara dalam...
Oleh : Muhammad Dullah Rivani
(Pemerhati Sastra dan Agama, bermukim di Doha, Qatar)
Puisi-puisi karya Leonowens SP, merupakan karya yang dibuat dengan kepekaan tinggi terhadap...
Menjelang Hari "H" Pemilu 2009 aroma persaingan semakin terasa panas. Ribuan spanduk yang terpampang di mana-mana dan menjadi pemandangan di seluruh pelosok Indonesia telah membuat sebagian penduduk Indonesia jengah dan penat pada wajah-wajah yang tidak dikenal. Namun, itulah "Industri Kompetisi Politik Nasional", genderang kompetisi telah dibunyikan KPU sejak disahkannya 38 partai politik peserta pemilu serta diajukannya sekitar 12.000 orang calon legislatif. Padahal, kursi yang diperebutkan hanya sekitar 560 buah.
Buku ini mengungkap pengalaman penulis sebagai pembicara publik yang layak diketahui oleh para caleg dan jurkam. Seorang pemimpin selain dituntut profesional dalam memimpin, juga profesional berbicara di depan publik. Bahkan pintar berbicara di depan publik adalah pelengkap utama seorang pemimpin. John F Kennedy, Bung Karno, Martin Luther King, Barack Obama, bahkan Susilo Bambang Yudhoyo telah membuktikannya.
Dengan membaca buku ini dan menerapkannya, diharapkan pembaca menjadi efektif dalam kapasitasnya sebagai jurkam atau caleg untuk menjabarkan visi dan misi partai politik yang diusungnya sehingga para konstituen tertarik untuk mencontreng para caleg dalam partai mereka untuk memenangi pemilu. Atau, setidak-tidaknya, mereka semakin terampil dalam setiap kesempatan wicara (pidato) di depan publik dalam kehidupan kemasyarakatan mereka.