Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh: Debby Gontha
(Pengusaha dan Penikmat Sastra)
Begitu banyak kisah yang telah terjadi di dalam waktu. Kita menjalani hari-hari dalam waktu. Seringkali kita juga diburu oleh...
Oleh: Dr. Sabariamsyah, S.Pd, M. Hum
(Praktisi Pendidikan di Jepang)
Berbagai peristiwa penting atau berkesan dalam kehidupan, menjadikan setiap orang akan selalu berbeda cara dalam...
Oleh : Muhammad Dullah Rivani
(Pemerhati Sastra dan Agama, bermukim di Doha, Qatar)
Puisi-puisi karya Leonowens SP, merupakan karya yang dibuat dengan kepekaan tinggi terhadap...
Bagaimanakah cara menyelesaikan 43-8? Pada umumnya anak-anak diajarkan berhitung mundur, maka yang dilakukan adalah mundur dari 43 yaitu 42, 41, 40 ... 35. Angka terakhir yang disebutkan itulah jawabannya.
Sudah tepatkah cara berhitung di atas? Cara tersebut efektif untuk pengurangan angka kecil saja. Apabila angka besar, berhitung mundur menjadi tidak efektif, bahkan bisa menyulitkan anak-anak. Berhitung mundur dilakukan untuk memahami urutan dan posisi bilangan.
Lalu, bagaimana belajar matematika yang benar? Pembelajaran matematika adalah membentuk logika berpikir bukan sekadar pandai berhitung. Berhitung dapat dilakukan dengan alat bantu, tetapi menyelesaikan masalah perlu logika berpikir dan analisis.
Karena itu, dalam belajar matematika, anak-anak harus memiliki pemahaman yang benar dan lengkap. Pembelajaran matematika yang benar bisa dimulai dengan mengangkat situasi dari kehidupan sehari-hari, yang disederhanakan dalam bentuk soal cerita. Lalu, anak-anak diminta untuk memodelkan dengan model mainan: balok, stik es krim, atau model gambar.
Buku ini mengajak anak-anak menemukan cara cepat dan mudah dalam menyelesaikan berbagai soal matematika dengan metode pemodelan secara menyenangkan.