Berisi tiga bab, buku ini membahas persoalan bantuan asing dan kemandirian ekonomi, kebijakan polotik dan ekonomi yang amburadul, serta masalah bahan bakar minyak (BBM). Semuanya ditulis kekuatan data, argument yang cerdas, serta gaya tulisan yang membuat persoalan rumit jadi mudah.
Maka, misalnya, kita akan mengetahui dengan gambling praktik-praktik ‘sok kuasa’ Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap Indonesia. Kitapun menjadi paham: benarkah pemerintah mesti ribut soal subsidi BBM begitu harga minyak mentah dunia naik? Yang paling menarik, membaca halaman demi halamam kita seperti diperlihatkan betapa kebijakan ekonomi dan politik di Indonesia selama ini kurang berpijak pada latar.
Sebagaimana buku pertama, buku ini patut di baca oleh anggota DPR, pejabat pemerintah, akademisi, wartawan, mahasiswa, dan semua kalangan yang perduli terhadap masalah-masalah ekonomi dan politik di Indonesia