Merry Christmas..!!
Pada kesempatan kali ini kami menggelar berbagai buku dengan diskon special, untuk dapat dinikmati oleh seluruh pecinta buku. Dengan bonus potongan Reward UP TO 70%. Dapatkan sekarang juga.
UNDIAN NATAL..!!!
Gak perlu tunggu Santa Clause yang bagi-bagi hadiah.
Setiap pembelian BERAPAPUN akan langsung diundi di akhir periode promo di bulan Desember. Yuk, ikutan..
Menurut saya buku ini lebih banyak menceritakan kegelisahan Sobary. Gelisah terhadap kelakuan jaman. Di mana manusia sudah semakin hilang kepekaannya terhadap alam. Padahal suara alam sekecil...
Bagi para remaja yang tidak menyukai imajinasi, dapat menikmati novel-novel yang berkisah tentang kehidupan nyata seseorang. Dalam novel ini para pembaca bisa memetik hikmah disetiap masalah yang...
Apa yang membuat anda menyukai dongeng?
Pernah begitu melekatnya di pikiran hingga dongeng tersebut tak bisa terlupakan?
Atau malah kisah hidup Anda sendiri mirip sebuah dongeng?
...
Tanpa berkata apa-apa, Winnetou menuruti permintaanku. Matanya tidak berkedip, tetapi pandanganya tidak lepas menatap wajah Klekih-Petra. Kedua kelopak mata Klekih-Petra dengan perlahan mulai membuka. Dia melihat Winnetou yang berlutut di depannya. Senyum bahagia terbesit begitu cepat pada roman mukanya dan dia berbisik, “Winnetou, schi ya Winnetou. Winnetou, oh, anaku, Winnetou!”
Kemudian, tampak matanya seperti masih mencari-cari seseorang. Pandangannya tertuju ke arahku dan dia berkata kepadaku dalam bahasa Jerman, “Dampingilah dia, setialah selamanya!”
Melanjutkan Seri Winnetou Buku Satu, Pada Buku Dua yang berjudul Guru Suku Apache ini, mengantarkan Karl bertemu dengan suku Indian Apache. Tidak tanggung-tanggung Karl bertemu langsung dengan pimpinan tertinggi suku tersebut yaitu Klekih Petra, serta Bapak dan Anak petinggi suku tersebut Intschu Tschuna dan anaknya Winnetou.
Kisah kedua ini diawali dengan kekecewaan Karl akan proyek rel kereta Api yanng ditanganinya di wilayah suku Apache. Dia kecewa dengan segala kelakuan rekan kerja tim-nya yang cenderung malas dan lebih senang bermabuk-mabukan daripada bekerja. Untungnya dia masih memiliki Sam Hawkens seorang Westman yang lumayan bisa diajak kerja sama.
Dimulailah petualangan baru bersama Sam, berburu Bison, menangkap Mustang yang akhirnya dapat seekor Bagal (blasteran kuda dengan keledai), hingga tak sengaja berburu Beruang Grizzly yang besar, ganas dan mengerikan.
Akhir perburuan Beruang Grizzly yang akhirnya mati ditikam Karl menimbulkan konflik internal dengan rekan sekerjanya Rattler yang sejak awal memang tidak menyukainya. Pertengkaran itu berhenti sejenak begitu ada 3 orang suku Apache yang datang mendekat. Ke-3 orang suku Apache yang tak lain adalah pejabat tinggi suku tersebut akhirnya menyulut pertengkaran antara Suku Apache dan rombongan penggarap proyek rel kereta api yang ada Karl di dalamnya.
Adu mulut terus berlangsung hingga peristiwa yang sangat tidak diharapkan terjadi. Peristiwa apakah itu?
Ikuti terus petualangan Karl di Buku Winnetou ini, dan jangan sampai ketinggalan juga
Winnetou Buku Tiga – Suku Kiowa yang ditanggung lebih seru dan menegangkan.