Kampusbook.comDISKON NATAL
Keranjang belanja
Keranjang Kosong
Sub total:Rp.0
 
Search Local Books
Kata kunci:
Advanced search
Mencari buku-buku impor?
 
Beli Voucher Online
 
Top Categories
 
News and Future Release    
DISKON NATAL
01.12.2008
Merry Christmas..!! Pada kesempatan kali ini kami menggelar berbagai buku dengan diskon special, untuk dapat dinikmati oleh seluruh pecinta buku. Dengan bonus potongan Reward UP TO 70%. Dapatkan sekarang juga.
UNDIAN NATAL..!!!
01.12.2008
UNDIAN NATAL..!!! Gak perlu tunggu Santa Clause yang bagi-bagi hadiah. Setiap pembelian BERAPAPUN akan langsung diundi di akhir periode promo di bulan Desember. Yuk, ikutan..
PG-1 Dompet Internet: Paspor Anda menuju belanja online!
09.11.2008
Berbelanja melalui internet kini akan semakin mudah, aman dan menyenangkan dengan menggunakan dompet internet PG-1.
Mengapa Belanja Menggunakan PG-1 ?
08.11.2008
Ingin belanja tapi belum punya Dompet Internet PG-1 ? Tunggu apalagi? Cek keunggulannya disini dan daftar sekarang juga..!!
Indeks berita
 
Latest Reviews    
Sang Musafir

29.11.2008 20:38:39 - Endra
Menurut saya buku ini lebih banyak menceritakan kegelisahan Sobary. Gelisah terhadap kelakuan jaman. Di mana manusia sudah semakin hilang kepekaannya terhadap alam. Padahal suara alam sekecil...
seperti bintang

24.11.2008 21:09:53 - Nila Fauziyah
Bagi para remaja yang tidak menyukai imajinasi, dapat menikmati novel-novel yang berkisah tentang kehidupan nyata seseorang. Dalam novel ini para pembaca bisa memetik hikmah disetiap masalah yang...
Dongeng Tentang Penulis Dongeng

24.11.2008 13:58:51
  Apa yang membuat anda menyukai dongeng? Pernah begitu melekatnya di pikiran hingga dongeng tersebut tak bisa terlupakan? Atau malah kisah hidup Anda sendiri mirip sebuah dongeng? ...
Lihat semua resensi
 
Customer Support
Helpdesk
 
Bisnis 2030, The Ultimate Business Opportunities Pay Global One, give you an easier way to pay through the world

 
Home » Catalog » Intel : Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia

Intel : Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia

[187-07-26040]
Oleh: Ken Conboy
Intel : Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia

 Rp.55.000

Beli
ISBN:9789793930152
Rilis:2007
Halaman:0
Penerbit:Pustaka Primatama
Bahasa:Indonesia
Penilaian Editor:
Penilaian Pembaca:belum dirating

Lihat resensi pembaca (0)  Tulis Resensi

Featured BookNew Book
Favorite Book

Sinopsis

Buku-buku yang mengungkap tentang CIA, MI6, Mossad, atau KGB sudah banyak, termasuk versi bahasa Indonesianya; tapi ironisnya, orang Indonesia justru sama sekali tidak tahu-menahu tentang kegiatan intel di negaranya sendiri.

Inilah buku pertama yang memaparkan secara menyeluruh tentang sejarah intelijen Indonesia berikut kegiatannya, sejak awal kemerdekaan hingga masa kini dan disusun berdasarkan wawancara langsung dengan para pejabat intelijen, serta dilengkapi berkas-berkas arsip yang diperoleh langsung dari sumbernya. Tak lupa disertai foto-foto, termasuk buku harian yang berkaitan dengan rencana pengeboman yang ditulis salah seorang teroris yang tertangkap.

Mengungkap tuntas bermacam kasus dan latarbelakangnya, dari pelatihan agen intel pertama hingga Komando Jihad, dari penculikan anak hingga Timor Timur, dari uang palsu hingga Jamaah Islamiah, berikut seribu tanya: berapa orang jumlah agen intel Indonesia angkatan pertama? Benarkah sejak zaman Order Lama Indonesia sudah mengincar Timor-Timur? Kesalahan telak mana yang menyimpulkan Dokumen Gilchrist itu palsu? Siapa agen-agen kiri Indonesia yang dipakai Satsus Intel? Benarkah pembajakan pesawat Woyla itu rekayasa ‘pemerintah’? Siapa al Farouq itu sebenarnya? Seberapa jauh penyusupan Al Qaeda di Asia Tenggara dan di Indonesia pada khususnya? Siapa yang memulai kasus Poso sebenarnya?

Dengan membaca buku ini Anda akan lebih memahami dan menghormati jerih-payah agen-agen intel Indonesia dalam mempertahan kedaulatan negeri ini. Seperti yang dikatakan Zulkifli Lubis, bapak intelijen Indonesia, mereka adalah: “prajurit bayangan yang bertempur dalam perang adu pintar”.



 


Related categories:Novel Fiksi & Cerpen, Hukum, Sosial & Politik
 
Edit Beli
Resensi Editorial
Pilih resensi:
Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia

Kisah kehebatan agen spionase (intelijen) Israel, Ha-Mossad le-Modiin ule-Tafkidim Meyuhadim, yang lebih dikenal dengan nama Mossad, telah menjadi legenda. Operasi intelijen yang dilakukan Mossad terutama mengawasi organisasi dan bangsa Arab di dunia. Karena itu Mossad menjadi momok bagi dunia Arab. Sepak terjangnya dalam mengacak-acak sejumlah negeri membuatnya diakui sebagai salah satu dinas intelijen terbaik dan tersukses di dunia.

Kehebatan Mossad—dengan mottonya “Be’ein Tachbulot Yipol Am Veteshua Berov Yoetz” (simpan semua yang engkau ketahui untuk dirimu sendiri)—dapat dibuktikan antara lain dengan kisah sukses Eli Cohen (1924-1965). Ia hampir terpilih sebagai Menteri Pertahanan Suriah dalam kabinet Presiden Hafez Assad. Ia menjalankan tugas spy dengan sangat baik hingga mencapai kedudukan setara Deputy Minister of Defense. Tak ada yang mengira Eli Cohen yang memakai nama samaran Kamel Amin Tsa’abet ini sebagai “agen spy” Israel, hingga kedoknya terbuka dan dihukum mati di tiang-gantung di pusat Kota Damascus. Namun hasil kerjanya tak sia-sia karena memberikan andil yang sangat besar pada Perang Enam Hari (1967) yang dimenangkan oleh Israel.

Tentu saja kisah sukses dan kehebatan agen spy ini akan lebih panjang jika menyebut dinas rahasia negara seperti CIA (Central Intelligence Agency) Amerika Serikat, KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti) Uni Soviet, dan M16 atau SIS (Secret Intelligence Service) Inggris. Buku yang merekam dan memublikasikan geliat dinas rahasia negara ini telah banyak memenuhi rak-rak buku di perpustakaan. Ironisnya, kita sama sekali tidak tahu-menahu kegiatan intelijen negara di Tanah Air.
Buku karya Ken Conboy berjudul Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia ini merupakan buku pertama dalam bahasa Indonesia yang memaparkan secara menyeluruh sejarah intelijen di Indonesia, sejak awal kemerdekaan RI hingga kini. Conboy menyusun buku populer ini berdasarkan wawancara langsung dengan para pejabat intelijen, dilengkapi dengan dokumen arsip yang diperoleh secara langsung dari narasumbernya.

Melalui buku yang terbilang menarik dan unik ini—memaparkan fakta kegiatan intelijen di Indonesia—pembaca akan mengetahui pengungkapan tuntas kasus rahasia dan latar-belakangnya, dari pelatihan agen spy pertama hingga Komando Jihad, kasus penculikan, isu Timor Timur, uang palsu, hingga Jamaah Islamiyah.
Melalui buku Intel ini pula, akan timbul pertanyaan di benak pembaca: benarkah sejak zaman Orde Lama Indonesia telah mengincar daerah bekas jajahan Portugis, Timor Timur ini? Benarkah Dokumen Gilchrist itu asli? Siapa agen kiri Indonesia yang dipakai Satsus Intel? Benarkah pembajakan pesawat Woyla (1981) itu rekayasa pemerintah? Siapa sesungguhnya al-Farouq itu? Seberapa jauh penyusupan jaringan (tanzeem) al-Qaeda di Asia Tenggara dan di Indonesia? Siapa sebenarnya yang memulai kasus mengenaskan di Poso?

Sederet panjang pertanyaan menarik yang akan dijawab tuntas dalam buku ini menunjukkan kredibilitas dan kedekatan penulisnya dalam mengumpulkan data dan dokumen intelijen dari narasumbernya. Ia dikenal dekat dengan kalangan militer di Asia Tenggara.
Kita tak pernah tahu sejauh mana fakta dan kebenaran yang ada dalam kisah tentang CIA atau Mossad yang ditulis oleh mereka yang mengaku dekat atau pernah menjadi bagian dari institusi tersebut. Sebaliknya, kita juga cenderung percaya bahwa fiksi “The Hunt for the Red October” juga mengandung kebenaran. Tetapi karena si penulis mampu menghidupkan kisah tersebut, maka kita tak terlalu peduli lagi terhadap fakta. Kita hanya menikmati kisah tersebut. Demikianlah hakikatnya membaca kisah intelijen.

Ken Conboy tidak mengoceh secara sumir seperti lazimnya terjadi dalam pengungkapan operasi spy. Ia menuliskan berbagai kasus dan peristiwa yang pernah terjadi dalam dunia intelijen Indonesia dalam uraiannya yang rinci-sistemik, logis, dan enak dibaca.
Dalam “Kerajaan Pertapa”, misalnya, dia bercerita tentang intelijen Indonesia yang tak putus-putusnya menguping dan mengintip gerak-gerik para diplomat Korea Utara. Sering kali, setelah memasang alat penyadap, yang terdengar hanyalah suara dua makhluk berlainan jenis yang sedang dimabuk asmara; bukan pembicaraan politik atau perencanaan teror.

Syafruddin Azhar adalah pengamat perbukuan dan peneliti pada Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) Jakarta.

 


Sumber: http://dinazhar.multiply.com/reviews/item/7
 


How to Shop  Order and Return Policy  Privacy Policy  Publisher CLICK HERE    Writer CLICK HERE   Contact Us© 2008, KampusBook.com or its affiliates.
All Rights Reserved.