Kampusbook.com
Keranjang belanja
Keranjang Kosong
Sub total:Rp.0
 
Search Local Books
Kata kunci:
Advanced search
Mencari buku-buku impor?
 
Beli Voucher Online
 
Top Categories
 
News and Future Release    
DAFTAR PEMENANG UNDIAN NATAL 2008
24.12.2008
Selamat bagi para pemenang undian. Lihat daftar pemenang disini...
Selamat Hari Natal 2008 & Tahun Baru 2009
22.12.2008
Kami mengucapkan Selamat Hari Natal 2008 & Tahun Baru 2009. Silakan membaca jadwal kerja Operasional kami..
Mengapa Belanja Menggunakan PG-1 ?
21.12.2008
Ingin belanja tapi belum punya Dompet Internet PG-1 ? Tunggu apalagi? Cek keunggulannya disini dan daftar sekarang juga..!!
PG-1 Dompet Internet: Paspor Anda menuju belanja online!
21.12.2008
Berbelanja melalui internet kini akan semakin mudah, aman dan menyenangkan dengan menggunakan dompet internet PG-1.
Indeks berita
 
Latest Reviews    
kebaya pengantin muslimah

04.01.2009 21:28:55 - ummi
aku baru aja beli buku ini, di gramedia blok m..sekitar 2 minggu yg lalu.. aku butuh referensi untuk kebaya yg mw aku pakai di akad ku nanti (Insya Allah), dan ternyata hanya buku ini satu2nya...
Menuju abad 21

30.12.2008 08:06:00 - FATHINATUL HASSANAH
IDENTITAS BUKU   Buku ini berbicara tentang organisasi non-pemerintah. Pada intinya, David Korten ingin menyatakan bahwa kehidupan manusia berada dalam krisis. Kita harus berani...
Rubaiyat Misteri tak Terlupakan

17.12.2008 12:57:19 - Mohamad Asrori Mulky
Rubaiyat Misteri Tak terlupakan Dimuat di Koran Jakarta, 13 Desember 2008 Oleh Mohamad Asrori Mulky Peneliti Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Universitas Paramadina Jakarta. ...
Lihat semua resensi
 
Customer Support
Helpdesk
 
Bisnis 2030, The Ultimate Business Opportunities Pay Global One, give you an easier way to pay through the world

 
Home » Catalog » Eclipse: Gerhana

Eclipse: Gerhana

[45-08-26267]
Oleh: Stephanie H. Meyer
Eclipse: Gerhana

 Rp.70.000

Beli
ISBN:9789792240528
Rilis:2008
Halaman:688
Penerbit:Gramedia
Bahasa:Indonesia
Penilaian Editor:
Penilaian Pembaca:belum dirating

Lihat resensi pembaca (0)  Tulis Resensi

Featured BookNew Book
Favorite Book

Sinopsis

Bella yakin ia hanya mencintai Edward. Tapi benarkah begitu? Sebab sekali ini Jacob takkan tinggal diam; ia akan membuktikan kepada Bella, bahwa gadis itu juga mencintainya. Ada sesuatu yang Edward tak ingin kuketahui. Sesuatu yang takkan pernah dirahasiakan Jacob dariku.

Sesuatu yang membuat keluarga Cullen dan kawanan werewolf rela melakukan gencatan senjata dan bekerja sama bahu-membahu...Sesuatu yang kunanti-nantikan. Sesuatu yang meskipun tak pernah kuharapkan bakal terjadi, toh terjadi juga.

Di Seattle terjadi serangkaian pembunuhan misterius, sementara Victoria, vampir yang menyimpan kebencian terhadap Bella terus melanjutkan aksi balas dendamnya. Sekali lagi Bella menemukan dirinya terperangkap dalam bahaya. Di tengah-tengah semua itu, ia juga dipaksa untuk memilih antara cintanya kepada Edward dan persahabatannya dengan Jacob. Bella sadar, apa pun pilihannya nantinya, itu bisa memicu pertempuran tanpa akhir antara vampir dan werewolf. Dan seolah-olah itu belum cukup berat, ada satu lagi keputusan penting yang harus diambilnya: kehidupan ataukah kematian.



 


Related categories:Fantasi
 
Edit Beli
Resensi Editorial
Eclipse-Gerhana

 
Inilah sekuel ketiga dari seri Twilight karya Stephenie Meyer setelah sebelumnya adalah Twilight dan New Moon,Dua Cinta.

Dalam sekuel ini, kisah masih berputar-putar pada Bella Swan, Edward Cullen Masen dan Jacob Black. Selain itu pada buku ke-3 ini Stephenie lebih banyak memberi perhatian pada beberapa rahasia yang akan diketahui pembacanya tentang legenda Werewolf, Imprint (semacam jodoh yang diketahui sejak pandangan pertama bagi para Werewolf ), kisah hidup Jasper dan kisah hidup Rosalie. Sepertinya boleh disebut buku ‘dongeng’ vampir seri ini adalah buku dongeng yang mendongeng.

Meskipun begitu inti cerita sebenarnya adalah bersekutunya antara Vampir dan Werewolf untuk memusnahkan vampir-vampir muda yang jahat,liar dan haus darah yang ‘diciptakan’ oleh Victoria karena dilatar belakangi oleh dendam terhadap Bella atas kematian James, vampir pasangannya. Vampir-vampir muda yang sempat menghebohkan Seattle karena begitu banyak korban berjatuhan akibat ulah mereka. Setelah pasukan vampir ciptaan Victoria ini cukup kuat, mereka berencana menyerang keluarga Cullen untuk menghabisi Bella dan melampiaskan dendamnya. Sayang rencana mereka sudah di ketahui oleh Alice yang memiliki kekuatan bisa membaca masa depan dan pikiran, sehingga perang antar vampirpun tak bisa terelakkan. Demi mengetahui musuh yang dihadapi begitu banyak maka keluarga Cullen akhirnya mempertimbangkan untuk bersekutu dengan Jacob Black dan kawan-kawan untuk mensukseskan misi memusnahkan vampir-vampir baru tersebut.

Kisah dibuka dengan masih marahnya Charlie, ayah Bella terhadap Bella dan Edward kerena Bella pernah ‘menghilang’ 3 hari dan akhirnya pulang kembali ke rumah dengan Edward yang telah meninggalkan Bella sebelumnya selama kurang lebih 6 bulan. Charlie memberlakukan ‘jam malam’ dan mengurung Bella tidak boleh keluar rumah setelah pulang sekolah. Jika Edward datang ke rumah untuk menemui Bella Charlie akan menunggui mereka sampai Edward pulang dengan tatapan penuh selidik khas polisi. Tentu saja Charlie tidak tahu jika setelah pulang lewat pintu utama dan Bella masuk kamar, Edward menyusul kekamar Bella seperti malam-malam biasanya. Dasar. :D

Bella masih merasa bersalah terhadap Jacob. Setelah Jacob ‘menjahit’ lukanya akibat ditinggal Edward, Bella ingin menemui Jacob untuk menyambung kembali hubungan ‘persahabatan’ yang terputus setelah Edward datang. Edward tentu saja sangat tidak setuju dengan keinginan Bella untuk menemui Jacob karena kawatir akan keselamatannya jika bergaul dengan ‘serigala’. Bukan Bella namanya jika tidak nekat, saat Edward berburu di hutan, Bella akhirnya pergi ke La Push untuk menemui Jacob Black. Edward sangat marah begitu tahu Bella bergi ke sana dan kembali dari berburu. Setelah negosiasi dengan Alice akhirnya Alice bersedia ‘menyandera’ Bella saat Edward berburu. Tapi rupanya, Jacob juga tidak tinggal diam mengetahui Bella ‘di sandera’, petualangan kedua dengan Jacob akhirnya terjadi juga.

Selang beberapa waktu, terjadi insiden mengerikan di Seattle. Banyak warga seattle terbunuh secara misterius. Keluarga Cullen mengetahui hal itu terjadi akibat ulah vampir baru yang masih liar dan haus darah. Di lain kesempatan terjadi juga insiden, Victoria melintas di perbatasan wilayah keluarga Cullen dan Werewolf. Sempat terjadi ketegangan antara kelurga Cullen dan beberapa anggota Werewolf sehingga Victoria berhasil meloloskan diri.

Saat Bella di sandera Alice di rumahnya, terjadi insiden di rumah Bella. Beberapa potong pakaiannya serta bantal yang biasa dia gunakan sehari-hari lenyap. Semula Bella menduga Alice yang mengambil karena saat ‘disandera’ Alice sempat mengambil juga piyama untuk Bella tidur di rumahnya. Tapi semua kecurigaan akhirnya bermuara pada munculnya berita yang semakin mencekam Seattle dan munculnya Victoria di perbatasan beberapa waktu lalu.

Setelah mengetahui hal tersebut, seluruh keluarga Cullen melakukan rapat intensif membahas hal itu. Pertimbangan-pertimbangan telah di rencanakan namun tetap saja kekurangan tenaga karena pasukan yang ada ternyata tidak memadai untuk membereskan Vampir-vampir muda tersebut. Masalah menjadi buntu.

Edward akhirnya mengijinkan Bella untuk pergi ke La Push setelah mengetahui dia bisa pergi dan pulang dengan selamat dan Jacob ternyata juga bisa dipercaya. Saat dilakukan pesta api unggun dengan para sesepuh dan anggota Werewolf di La Push, Bella akhirnya tahu kisah legenda tentang Werewolf dan mengapa mereka begitu membenci vampir yang dikisahkan oleh Billy Black dan kakek Quil.

Di lain waktu Jasper juga bercerita kenapa dia memiliki kemampuan untuk menaklukkan vampir muda serta kisah bagaimana dia bisa menjadi vampir.

Saat pesta kelulusan yang dirayakan di rumah keluarga Cullen, ternyata Jacob Black datang bersama teman-temannya. Alice tentu saja sangat marah mengetahui mereka masuk ke rumah keluarga Cullen. Tapi Jacob ternyata berininsiatif untuk membantu kelurga Cullen memusnahkan para vampire muda tersebut. Setelah pesta usai mereka akhirnya melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas lebih detil masalah teknis yang berhubungan dengan apa saja yang harus dilakukan saat nanti berperang dengan Vampir-vampir muda tersebut. Bagaimana serunya pertempuran antara vampir-vampir muda yang masih liar dan haus darah itu dengan keluarga Cullen dan di Bantu oleh para Werewolf? Ikuti kisah selengkapnya di buku ke-3 seri Twilight ini!.

 
Bulu Kuduk

“Respons Jacob lebih mudah dibaca waktu aku sampai ke bagian tentang Volturi. Rahangnya terkatup rapat, bulu kuduk di kedua lengannya meremang…” (hal. 122)

“Bisa kurasakan embusan napasnya yang dingin membasahi helai-helai rambutku saat ia mengembuskan napas; bulu kuduk di tengkukku langsung meremang.” (hal.238)

Lagi-lagi soal bulu kuduk. Sempat disinggung di buku sebelumnya tentang bulu kuduk ini tapi rupanya hal itu masih saja muncul di buku ke-3. Ya, bulu kuduk yang tidak konsisten itu ada lagi kadang di tengkuk kadang di lengan, hehhe…

Masalah bulu kuduk yang tidak konsisten memang agak mengganggu tapi yang lebih mengganggu adalah si tokoh utama Bella Swan yang sepertinya juga ikut-ikutan tidak konsisten. Seperti biasanya Bella yang justru memperumit keadaan karena sikapnya terhadap Jacob yang membuat Jacob seperti di beri harapan. Jacob sangat sadar Bella juga menyukainya sehingga dia juga tidak pernah lelah untuk berusaha. Selama janur kuning belum melengkung masih milik umum kan? Eh, tapi disana kalo nikah gak pake janur kali ya…:p

Bella dikisahkan juga mencintai Jacob dan ingin juga Jacob berada di sisinya seperti saat Edward tidak bersamanya, meskipun cintanya yang paling besar adalah terhadap Edward. Bella juga masih merengek untuk di jadikan Vampir oleh Edward meskipun Edward sendiri,Jacob dan Rosalie sangat menganjurkan Bella untuk berpikir masak-masak sebelum memilih hidup menjadi Vampir.

Stephenie sepertinya sangat mengerti karakter remaja berumur 18 tahun yang memang cenderung plin-plan dan menjengkelkan. Sehingga Bella dalam menentukan sikap, memahami isi hatinya sendiripun juga kadang terlihat masih kesulitan. Oleh sebab itu Stephenie tidak mengakhiri ‘kemanusiaan’ Bella di buku ini karena pada kenyataannya Bella masih penuh kebimbangan khas anak muda.

Membaca buku Twilight seri ke-3 dengan tebal 684 halaman ini, masih terasa mengasyikkan. Kisah yang dibangun masih nyambung dan benang merahnya tidak terputus. Porsi penceritaan tokoh-tokohnya juga semakin banyak dan gamblang, diceritakan satu persatu. Kisah yang disajikan juga semakin seru. Pertarungannnya dikisahkan dengan mendetail sehingga membangun ketengangan yang berasalan. Tidak seperti di New Moon yang hampir tidak ada pertarungan yang dideskripsikan secara detail oleh Stephenie.

Proses penceritaan memang agak terasa ‘dipanjangkan’ dengan hadirnya dongeng-dongeng yang di dongengkan oleh tokoh-tokohnya sehingga buku ini menjadi sedemikian tebal. Tapi untungnya penceritaan yang di tulis cukup menarik dan menjadi mata rantai kisah seri Twilight ini.

Akankah kisah Breaking Dawn masih memiliki sisi menarik untuk dibaca? Kita tunggu saja ya yang versi Indonesia terbitan GPU.

 


How to Shop  Order and Return Policy  Privacy Policy  Publisher CLICK HERE    Writer CLICK HERE   Contact Us© 2008, KampusBook.com or its affiliates.
All Rights Reserved.