Cuci-cuci....Bersih-bersih....!! Yuk Pilih buku mana saja yang kamu suka, dan dapatkan discount special UP TO 40%. Psstt...bisa buat teman ngabuburit juga loh dalam rangka menyambut Ramadhan kali ini.
Bekerjasama dengan Penerbit KOMPAS, mengedepankan buku-buku bertemakan nasionalisme. Mari kita gali lagi pengetahuan tentang INDONESIA!! Supaya kita lebih...CINTA INDONESIA. MERDEKA!
“Kurasa kami membuat Lorong Jeritan menjadi terlalu menakutkan karena di tengah-tengah permainan, Shane meringkuk seperti bola di kolong tempat tidur. Kami berusaha membuatnya merangkak...
Aku bisa pastikan, semua orang yang membaca buku ini pasti akan merasa tersindir, senyum-senyum dan mesem-mesem sendiri, bahkan mungkin akan tertawa ngakak guling-guling sampai berlinang air mata....
Penulis: Roland Gunawan Sitompul, M.Sc.
(penikmat sastra, bermukim di Amerika Serikat)
Sebagai seorang penikmat buku-buku sastra terbitan berbagai negara,saya sangat...
I know it’s painfull I’ve realize that it was sinfull People say that I’m a fool But, to wait it’s all I can do At least… I’m still on your waiting list….
“Sekali lagi, dimana kamu sayang? Aku menunggu. Aku tak mengeluh meski bermandikan peluh. Apakah pernah terlintas dalam pikiranmu tentang aku. Walaupun saat dirimu sedang “high”. Sial aku benci keadaan ini. Aku benci jadi nomer dua dalam hidupmu. Tapi aku bahagia jadi yang pertama ketika kau ada masalah. Bajingan, kau pikir aku tong sampah?!!”
------------
RoroSyin saat ini berprofesi sebagai Copywriter di salah satu perusahaan swasta di Jakarta.
The Mannequin of Dharma adalah debut pertama dara yang mengaku menulis sudah menjadi darah dan dagingnya.
Merefleksikan kehidupan profesi Copywriter yang tengah dijalaninya dalam buku The Mannequin Of Dharma, Roro berharap dia dapat berbagi ilmu kepada pembacanya yang tertarik dengan bidang Copywriter maupun penikmat novel fiksi dan sastra.
Interaksi dengan Roro bisa melalui email: dharma_syin@yahoo.com Ataupun lewat Facebook dengan nama Roro Syin.
Berapa banyak novel tentang kehidupan wanita metropolis yang pernah Anda baca? 10? 100? 1.000?
Well, di beberapa penerbit Indonesia sendiri genre ini semakin banyak diminati oleh penulis-penulis muda kita. Yang masih dengan darah segar ‘idealisme’ dan menggebu-nggebu dengan antusiasme untuk pembuktian eksistensi diri. Hal ini menambah semarak khazanah literature kita dan tak jarang buku-buku tersebut akhirnya banyak yang berakhir di layar lebar.
Apakah pada genre tersebut banyak buku yang buruk? Jawabannya sudah pasti ; banyak… Tapi adakah yang bagus? Tentu saja; ada…
Genre-genre seperti ini akan sering dikait-kaitnya dengan issue feminisme. Meskipun kadang banyak penulis yang ogah disebut-sebut karya mereka mengusung issue itu dan menolak karyanya disebut sebagai chick lit yang lebih popular untuk genre tersebut.
Salah satu pendatang baru yang telah bersusah payah menembus genre itu dengan karya yang lumayan adalah Roro Syin dengan novel perdananya The Mannequin Of Dharma.
Meskipun novel ini dibangun dengan beberapa plot yang kuat, kemudian ‘disambungkan’ menjadi satu cerita, tidak mengurangi inti cerita yang ingin disampaikan. Meskipun saya sendiri lebih menyukai novel yang yang terdiri dari satu plot dan sub-plot saja, sehingga lebih fokus dan kuat, tapi sesekali membaca novel yang terdiri dari beberapa plot seperti ini adalah salah satu selingan segar.
Beberapa tokoh yang mewarnai kisah ini adalah, Dharma sebagai tokoh sentral bekerja sebagai seorang copywriter di salah satu perusahaan advertising di Jakarta, kemudian ada Nadya, Cindy dan Kinar. Masing-masing tokoh memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Keempat tokoh yang hidup di jagad metropolis ini bersahabat dengan baik. Saling tolong menolong dan selalu berusaha menjadi tempat bersandar satu sama lain.
Dharma sendiri, sebenarnya memiliki permasalahan klasik, kisah cinta tak sampai-sampai dengan seorang cowok yang disebutnya Brown Sugar. Yeah, dan permasalahan utama yang menjadi tajuk novel ini adalah “haruskan setiap wanita menjadi manekin”? Yang harus terlihat sempurna secara fisik, memakai pakaian indah, berlaku bak putri kedaton, dan memiliki tubuh bak boneka Barbie. Tidak bisa dipungkiri, kenapa salon-salon kecantikan dan klinik-klinik kecantikan begitu ramai dan dokter-dokter kulit kaya raya, adalah karena begitu banyak wanita yang ingin terlihat cantik dan sempurna. Merawat diri dan ingin terlihat cantik pada setiap wanita sebenarnya adalah naluri alamiah. Tapi banyak wanita salah kaprah dengan hal itu,hingga malah sering menjerumuskan wanita pada operasi plastic yang mahal dan konon menyakitkan.
Hidung dipermak, payudara dipermak, sedot lemak dll. Mungkin untuk beberapa kasus seperti karena bermasalah dengan obesitas, sedot lemak masih bisa dipahami.
Inilah yang Dharma ingin sampaikan, mempertanyakan tindakan-tindakan para wanita yang sering membabi buta hanya karena mengejar kata ‘cantik’ atau ‘seksi’.
Dan selain mengungkap masalah wanita, Dharma yang seorang copywriter juga banyak menyinggung tentang profesi Copywriter, tentang seluk beluk dan hiruk-pikuk pekerjaan tersebut. Karena Roro Syin sendiri konon adalah seorang copywriter juga, jadi jika Anda tertarik ingin tahu bidang profesi ini, tak ada salahnya Anda membaca buku ini.
Itulah salah satu episode yang ingin Dharma sampaikan dalam buku ini. Saya tidak membeberkan semua, karena masing-masing tokoh memiliki plot ceritanya sendiri. Jadi silakan Anda membaca buku ini untuk mengetahui tokoh-tokoh lain…
Dan seperti pepatah tak ada gading yang tak retak, novel ini pun juga tidak luput dari beberapa hal yang mengundang kritikan. Misalnya saja paragraph monolog yang lumayan panjang dari tokoh Dharma. Dan tentu saja berhamburan argumen-argumen tentang hal-hal yang Dharma kritisi.
Plot-plot yang kuat yang ada dalam novel ini sebenarnya bisa berdiri sendiri sebagai cerita bahkan novel, mudah-mudahan Roro Syin bukanlah type penulis “sekali berarti, sudah itu mati” dan akan berkarya lebih dan lebih baik lagi.