Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh : Muhammad Dullah Rivani
(Pemerhati Sastra dan Agama, bermukim di Doha, Qatar)
Puisi-puisi karya Leonowens SP, merupakan karya yang dibuat dengan kepekaan tinggi terhadap...
Membaca novel-novel Dan Brown bersiaplah untuk bergadang. Itulah selalu yang selalu saya alami. The Lost Symbol menjadi pengalaman ketiga setelah The Da...
Seminar Atlantis;The Lost Continent Finally Found akan segera digelar. Bagi
Anda yang tertarik untuk hadir dapat memperoleh undangan seminar Atlantis;The
Lost Continent Finally Found karya...
Jalan hidup konon adalah sebuah takdir, dan beranikah Anda untuk memilih dan meraih takdir yang Anda inginkan?
Andika tidak pernah terpikir sebelumnya jika akan memiliki takdir sebagai Media Officer di NatureCare, sebuah organisasi pecinta lingkungan yang didirikan di Belanda tahun 1951.
Bekerja sebelumnya di sebuah restaurant fast food Burger Rep’s, membuatnya muak akan arti kekuasaan dan praktik kapitalisme. Serta pengkhianatan yang dilakukan oleh orang yang sangat disayanginya dan mengakibatkan pecahnya persahabatan “Fast Food United”.
Perjalanan Andika bertualang diawali dari event pelestarian satwa lumba-lumba di pantai Lovina-Bali, hingga mengantarkannya ke daerah-daerah cantik namun penuh tantangan di sudut-sudut Indonesia. Penelitian monyet bekantan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Perjalanan ke Manado,Ternate, NTT, Sulawesi dan Papua. Wolowaru, sebuah kota kecil di lereng gunung daerah Flores, hingga ke Larantuka.
Perjalanan dari Wolowaru ke Larantuka bersama Anita, seorang reporter manis partner perjalanannya, terpisah karena banjir bandang… Apakah petualangan Andika harus berakhir di Larantuka?
-------------------
novel Fast Food United novel yang dapat dibaca oleh segala kalangan usia. Novel ini bercerita tentang persahabatan empat orang yang bekerja di sebuah restoran fast food. Kerasnya dunia kerja kerja di restoran dan segala macam permasalahan yang timbul menjadikan keempat sahabat ini bersatu untuk melawan intimidasi atasan-atasan mereka.
tekanan demi tekanan yang mereka alami lambat laun membuat keempat sahabat tersebut semakin menemukan jati diri mereka masing-masing. Fast food united berkisah tentang persahabatan, cinta, perjuangan dan cita-cita.
latar belakang dunia fast food yang jarang diekspos menjadikan novel ini menjadi bacaan yang menarik. pengalaman penulis sendiri yang pernah bekerja di sebuah restoran fast food selama delapan tahun membuat novel yang diilhami dari pengalaman nyata ini menarik untuk diikuti.
--------------------
Jika Anda menyukai fotografi, traveling dan alam bebas, Yudasmoro membagi pengalamannya. Lulusan S1 Admin Niaga Universitas Atma Jaya Jakarta ini, saat ini menjalani profesi sebagai seorang Travel Writer. Catatan petualangannya terekam jelas dalam buku ini.
Pengalaman sebelumnya sebagai Asisten Store Manager di sebuah restaurant Fast food, membuatnya bisa membeberkan intrik dan perseteruan di dalamnya dengan begitu detil dan lugas.
Travel Writer. Tentu profesi ini meskipun tidak asing bagi sebagian orang, tapi keberadaannya sepertinya belum begitu popular sebagai profesi pilihan. Jika dipikir-pikir sepertinya enak sekali menjalani profesi ini, sudah jalan-jalan, kemudian membuat cerita perjalanan tersebut dan dibayar pula.
Mungkin Anda yang menyukai traveling juga pernah terlintas menjalani profesi ini. Dan bagi yang menyukai dunia traveling pasti pernah membaca buku-buku seputar perjalanan selain buku petunjuk perjalanan ataupun peta.
Bukan karena mengekor keberadaan buku-buku traveling yang sudah ada, Yudasmoro menulis novel mengenai perjalanan. Hal itu karena sangat dekat dengan profesi yang tengah dijalaninya, yaitu sebagai Travel Writer.
Fastfood United merupakan kisah tentang persahabatan 4 orang Andika,Riban,Via dan Laka dan tokoh utama di dalam novel ini, yaitu Andika kelak yang akan menjalani profesi sebagai penulis yang menuliskan perjalanannya. Persahabatan ini terbentuk lantaran sama-sama adanya rasa ketidak puasan selama menjalani kerja di sebuah resto siap saji.
Kisah berawal dari Andika yang bekerja di restoran siap saji atau fast food bernama Burger’s Rep (BR). Selama bekerja di resto yang merupakan franchise dari luar negeri yang sangat menjunjung tinggi kapitalisme dan tentu saja mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap saling menjilat dan atasan yang sewenang-wenang adalah santapan utama para pekerja di BR.
Kejenuhan dan kekesalan Andika sedikit terobati manakala seorang gadis manis rekan sekerjanya yang mencuri hatinya, Sita.
Pucuk dicinta ulampun tiba, Sita menyambut maksud hati Andika. Dan hubungan keduanyapun berjalan ditengah suasana kerja yang terus berputar dan melelahkan.
Suatu saat, Andika dalam kejenuhannya tertarik bergabung dengan sebuah yayasan benama NatureCare,sebuah organisasi pecinta lingkungan yang didirikan di Belanda tahun 1951, yang ditemukan di internet.
Project awal perjalanannya dijalani di pantai Lovina Bali tentang penelitian habitat ikan lumba-lumba. Setelah project ini selesai, ternyata Andika ingin mengikuti project perjalanan berikutnya. Sesuatu yang baru yang membangkitkan semangat hidup yang awalnya dirasa terbelenggu tembok BR dan dirantai oleh sebuah kata ‘karir’.
Perjalanan-perjalananpun akhirnya dimulai, sambil tetap bekerja di BR serta persahabatan fast food united yang makin solid.
Ditengah perjalanan itu, tak lengkap rasanya jika tidak ada onak dan duri yang mengghadang, demikian juga Andika.
Sita yang semakin menjauh, serangan fast food united yang menjadi ‘partai oposisi’ di BR, keberadaannya sudah mulai diendus oleh petinggi-petinggi BR. Tak ayal mereka pun jadi bertanya-tanya, adakah penghianat di antara anggota fast food United?
Kisah yang seru, mengharukan dan penuh petualangan ini sangat sayang untuk dilewatkan. Anda bisa menemukan tempat-tempat yang dikunjungi Andika dalam perjalanannya melalui buku ini. Mulai dari Bali, Kalimantan,Flores,Wolowaru hingga Larantuka.
Latar belakang penulis yang pernah mecicipi sebagai pekerja Restoran fast food tentu bukanlah sebuah pengalaman omong kosong yang ditulis dalam buku ini.
Jika Anda tertarik untuk medalami profesi sebagai travel writer, atau ingin juga ‘merasakan’ sensasi hanyut karena banjir bandang di Larantuka, jangan lewatkan novel ini!