Kampusbook.com
Keranjang belanja
Keranjang Kosong
Sub total:Rp.0
 
Search Local Books
Kata kunci:
Advanced search
Mencari buku-buku impor?
 
Beli Voucher Online
 
Top Categories
 
News and Future Release    
Order tgl 26-30 Jan akan diproses tgl 1 Feb 2010
21.01.2010
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada Pelanggan, maka seluruh staff akan menjalankan training diluar kota pada tanggal 26 - 30 Januari 2010. Oleh karena itu, selama masa training, order akan diproses dan dikirim pada tanggal 1 Februari 2010.
SALE Up to 40%
11.01.2010
Silakan cek buku-buku di menu Promosi dan discount Up to 40% menanti Anda.
Mengapa Belanja Menggunakan PG-1 ?
10.01.2010
Ingin belanja tapi belum punya Dompet Internet PG-1 ? Tunggu apalagi? Cek keunggulannya disini dan daftar sekarang juga..!!
PG-1 Dompet Internet: Paspor Anda menuju belanja online!
09.01.2010
Berbelanja melalui internet kini akan semakin mudah, aman dan menyenangkan dengan menggunakan dompet internet PG-1.
Indeks berita
 
Latest Reviews    
Menguak Jiwa Penyair Perempuan di Dunia Maya

09.02.2010 16:58:30
Menguak Jiwa Penyair Perempuan  di Dunia Maya Oleh: Kurniawan Junaedhie Kriteria apa yang dipakai untuk memuat puisi para penyair yang ada di Facebook ke dalam buku ini? Tidak ada. Malah...
tuesday with morrie

09.02.2010 12:50:55 - siska
kalau anda menganggap hidup anda biasa biasa saja, maka cobalah untuk menemukan harta terpendam dengan berkaca pada pengalaman mitch albom dan morrie dalam pertemuan mereka setiap hari selasa
To Bee or Not To Bee

03.02.2010 17:02:40 - Nurfita Kusuma Dewi
  Resensi Buku ::: To Bee or Not To Bee  Judul : To Bee or Not To Bee, Lebah yang Bosan Mencari Madu Penulis : John Penberthy Tebal : 154 halaman Cetakan : 2009 Penerbit : PT...
Lihat semua resensi
 
Customer Support
Helpdesk
 
Jadi fans Kampusbook.com di Facebook sekarang juga
Bisnis 2030, The Ultimate Business Opportunities Pay Global One, give you an easier way to pay through the world
 
Home » Catalog » No. 1 International Bestseller: Pompeii

No. 1 International Bestseller: Pompeii

[45-09-28892]

Oleh: Robert Harris
No. 1 International Bestseller: Pompeii

 Rp.50.000

Beli
ISBN:9789792249446
Rilis:2009
Halaman:392
Penerbit:Gramedia
Bahasa:Indonesia
Penilaian Editor:
Penilaian Pembaca:belum dirating

Lihat resensi pembaca (0)  Tulis Resensi

Featured BookNew Book
Favorite Book

Related categories:Novel Fiksi & Cerpen

Sinopsis

Minggu yang gerah di akhir bulan Agustus. Tempat mana yang paling tepat untuk menghabiskan akhir musim panas selain di Teluk Napoli yang cantik?

Tetapi, sementara kaum berada Romawi terkantuk-kantuk dan bersantai di vila-vila mereka di sekitar Pompeii, alam mulai memberikan peringatan bahaya. Sumur dan mata air mengering, seseorang hilang tak tentu rimbanya, dan saluran air paling panjang di dunia--Aqua Augusta yang perkasa--tiba-tiba berhenti mengalir.

Dari sudut pandang empat tokoh--insinyur muda, gadis remaja, jutawan korup, serta ahli ilmu pengetahuan terkenal--Robert Harris membangun kembali kota Pompeii yang hilang, sesaat sebelum kehidupan mewah itu ditelan malapetaka yang menghancurkan.

 


 
Edit Beli
Resensi Editorial
Pompeii

Kemurkaan Tuhan pada manusia yang menyekutukan kenikmatan dan kemewahan dunia sebagai sembahannya.

Kota penuh kenikmatan dunia yang juga termasuk kemaksiatan dalam kehidupan sehari-harinya lenyap hanya dalam hitungan menit. Itulah Pompeii. Yang terkubur letusan gunung Vesuvius pada tahun 79 M.

Robert Harris, penulis  novel terkenal Imperium, menuangkan sejarah kota Pompeii sebelum terkubur dalam novel yang telah menjadi No. 1 International Bestseller, POMPEII. Novel yang rencananya akan dibuat versi layar lebarnya ini menceritakan tentang peristiwa yang terjadi di Pompeii dan orang-orang yang terlibat di dalamnya yang diambil dari sudut pandang 4 tokoh utamanya.

Adalah  Marcus Attilius Primus, yang menjabat sebagai Aquarius Aqua Augusta (semacam pejabat penanggung jawab masalah pengairan Negara). Dalam usia mudanya 27 tahun, dia menggantikan Aquarius lama, yang menghilang secara misterius di Campania, Italia. Tugas utamanya adalah mengurus saluran air paling panjang di dunia Aqua Augusta yang mengairi kota –kota yang berada di wilayah yang berada beberapa mil jaraknya dengan gunung Vesuvius.

Penyelidikan tentang mengapa pada bulan Agustus tahun 79 M itu, Aqua Augusta yang terkenal perkasa alirannya terhenti. Dalam pekerjaannya, dia bertemu dengan Corelia Ampliata, putri  Numerius  Popidius Ampliata salah satu mantan budak yang telah menjadi kaya raya, dan jutawan yang kejam. Corelia adalah gadis cerdas yang nantinya menjadi bagian penting cerita Pompeii. Juga Pliny, Laksamana  yang tegas,berwawasan dan senang menulis buku.

Penceritaan yang sangat detil adalah salah satu kelebihan tulisan mantan wartawan BBC tersebut. Gunung Vesuvius yang merupakan gunung berapi aktif kala itu, dalam sejarahnya memang sering menimbulkan getaran-getaran gempa dalam hari-hari penduduk Pompeii. Namun getaran yang semakin hebat pada bulan Februari lalu pertengahan Agustus 79 dan beberapa peringatan setelahnya tidak digubris bahkan oleh penduduknya. Sehingga begitu kejadian banyak sekali rakyat yang dalam posisi masih beraktivitas dan meninggal dalan raut ketakutan dalam usaha melarikan diri dari letusan gunung. Kedahsyatan letusan Vesuvius, mengubur Pompeii pada tanggal 24 Agustus 79 M, hingga kota itu hilang selama 16 abad.

Novel berlatar sejarah yang kemudian difiksikan, barangkali sudah banyak, namun Robert Harris rupanya sangat piawai menceritakan sebuah tragedi sejarah dalam buku terbarunya ini. Kota-kota yang terekam, nama-nama yang terlibat, kejadian-kejadian yang dibuat hampir seperti kronologis membuat pembaca seperti berekreasi ke Pompeii. Buku setebal 392 halaman ini juga dilengkapi keterangan ensiklopedi berbagai hal yang berkaitan dengan gunung berapi  di setiap pergantian bab-nya. Hal ini semakin memberi nilai tambah bahwa novel ini tidak hanya sekedar fiksi, namun juga sebagai dokumen yang layak untuk dikoleksi.

Kejayaan Pompeii yang terkubur dalam sekejap, mengingatkan kita pada kisah kaum Nabi Luth. Pompeii yang mengumbar segala kenikmatan dan menurut Attilius adalah kota “penipu” karena hampir sebagian besar pendatang ataupun pelancong yang datang ke sana akan tertipu oleh penjual baik barang atau jasa yang ada di sana menggambarkan betapa tamak dan rakusnya orang-orang Pompeii.

Meskipun sudah dikaji secara ilmiah, letusan gunung Vesuvius berdasarlan analisis vulkanologi  Haraldur Sigurdsson, Stanford Cashdollar dan Stephen R.J.Sparks dalam bukunya  The American Journal of Archaeology (seperti yang diceritakan Robert Harris di bagian akhir buku ini) dan seperti biasa, manusia tentu bisa menganalisa dan menjadi masuk akal setelah terjadinya sebuah perisiwa, toh kita tidak bisa mengesampingkan kuasa Tuhan dalam peristiwa ini.

Robert Harris sendiri menulis dalam kisah setelah letusan, besar kemungkinan kejadian yang dahsyat ini adalah salah satu hasil dari ulah kesombongan dan keangkuhan manusia.

“Tetapi inilah Alam, melaju ke arahnya-tak bisa dipahami, menguasai segalanya, tak peduli-dan di dalam apiNya dia melihat betapa sia-sia segala keangkuhan manusia.” (hal. 383)

Lantas, jika kita kaitkan dengan kejadian bencana yang sedemikan sering melanda negeri kita Indonesia kemudian berkaca pada buku Pompeii ini, apakah kita akan menganalisa dan memiliki kemampuan untuk mencerna dan berpikir lebih dalam sebelum bencana baru datang?!

 

 


How to Shop  Order and Return Policy  Privacy Policy  Publisher CLICK HERE    Writer CLICK HERE   Contact Us© 2008, KampusBook.com or its affiliates.
All Rights Reserved.