Halaman Utama » Kategori » Ular Yang Menunggu Jenazah
Hall of Fame

[promotion]

Kategori

Resensi  
Kafe Etos karya Jansen Sinamo

20 Feb 2017 - Baskara Aji
Kafe Etos 8 x 8 Kisah Inspirasional untuk Membangun 8 Etos Kerja Profesional   Oleh : Jansen Sinamo ISBN : 9789799680426 Rilis : 2011 Halaman : 276...
Review Love in Adelaide

10 Mar 2016 - Evi Widiarti
Siapa yang bisa mengelak dari jodoh yang sudah ditetapkan Tuhan? (hlm. 51) Ayah kandung Aleska meninggal sepuluh tahun yang lalu, Aleska menjadi sangat dekat dengan ibunya. Bu Marinata...


Ular Yang Menunggu Jenazah
Rp.40.000 Rp.36.000
Silahkan Login untuk memberi rating
Rating: 0/5 dari 0 pembaca
Resensi: 0 Resensi
ISBN 9786023913626
Rilis 2017
Halaman 231
Berat 0.3 kg
Penulis
Penerbit Diva Press
Bahasa Indonesia
Kategori Terkait :
 
Di alam kubur, salah satu siksa yang paling menyakitkan ialah dibelit oleh ular syuja’ dan tinnin. Barang siapa dibelit oleh keduanya, niscaya tulang belulangnya remuk. Siksaan pedih itu dialamatkan kepada orang yang lalai dalam shalat, pedagang yang curang, wanita yang enggan menyusui anaknya, orang yang enggan berzakat, dan orang kafir. Selain itu, terdapat siksaan yang tak kalah menyakitkan dari belitan ular syuja’ dan tinnin. Yaitu, alam kubur yang dibuat gelap gurita, lidah yang dipotong-potong dengan gunting, tubuh yang dipukul dengan gada besar, tubuh yang dibakar dengan api neraka, dan lain sebagainya. Siksaan ini diberikan kepada orang yang gemar berzina, orang yang suka bergunjing, dan orang yang durhaka kepada orang tuanya. Bagaimana cara kita menyelamatkan diri dari beragam siksaan pedih tersebut? Jawabannya dapat Anda temukan di dalam buku ini. Di antara caranya ialah dengan memelihara shalat wajib, menjadi pedagang yang jujur, sudi menyusui anak, menjauhi zina, tidak bergunjing, taat terhadap orang tua dan suami, dan lain sebagainya. Jadi, segera miliki buku ini dan selamatkan diri Anda dari siksa kubur yang paling menyakitkan.     “Bagi orang yang meninggalkan shalat, di kuburnya terdapat ular Suja’ul Aqra’ yang akan menerkamnya. Ular itu akan menyiksanya, yang lamanya sesuai dengan waktu shalat.” —Ustadz Yusuf Mansur, Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Qur’an, Tangerang.