Halaman Utama » Kategori » Fiqh Tata Negara
Hall of Fame

[promotion]

Kategori

Resensi  
Kafe Etos karya Jansen Sinamo

20 Feb 2017 - Baskara Aji
Kafe Etos 8 x 8 Kisah Inspirasional untuk Membangun 8 Etos Kerja Profesional   Oleh : Jansen Sinamo ISBN : 9789799680426 Rilis : 2011 Halaman : 276...
Review Love in Adelaide

10 Mar 2016 - Evi Widiarti
Siapa yang bisa mengelak dari jodoh yang sudah ditetapkan Tuhan? (hlm. 51) Ayah kandung Aleska meninggal sepuluh tahun yang lalu, Aleska menjadi sangat dekat dengan ibunya. Bu Marinata...


Fiqh Tata Negara
Rp.65.000 Rp.58.500
Silahkan Login untuk memberi rating
Rating: 0/5 dari 0 pembaca
Resensi: 0 Resensi
ISBN 9786027696327
Rilis 2017
Halaman 248
Berat 0.3 kg
Penulis
Penerbit Other
Bahasa Indonesia
Kategori Terkait : Sospol
 
“Dominannya dalil-dalil kulli (garis besar) tentang hubungan negara dan agama menyiratkan kelenturan Islam dalam mengapresiasi perkembangan masyarakat yang terus terjadi sepanjang sejarah. Peran nalar manusia lalu menjadi sangat sentral dalam menghubungkan teks-teks agama dengan realitas masyarakat yang cenderung mengalami perubahan (changeable).”Prof. Dr. Abu Yasid, M.A., LL.M. Guru Besar Filsafat Hukum Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.Bagaimanakah hubungan antara Islam dan negara? Adakah konsep negara Islam? Apakah Pancasila sesuai dengan Islam? Pertanyaan-pertanyaan tersebut kerap menjadi perdebatan di dunia intelektual Islam, seiring dengan munculnya gerakan Islam trans-nasional yang mengusung gagasan negara khilafah. Perdebatan tersebut dapat dimengerti lantaran Islam memang tidak memiliki konsep baku (fixed) dan detail menyangkut bentuk negara dan konsep pemerintahan.
Islam banyak berbicara soal negara dan pemerintahan secara makro dan universal, sebagaimana tercermin dalam prinsip-prinsip umum tentang asy-syura (permusyawaratan), al-‘adalah (keadilan), al-musawah (persamaan), dan al-hurriyyah (kebebasan). Oleh karena itu, teknis penyelenggaraan negara diserahkan kepada umat dengan tetap mengacu pada dalil-dalil universal ajaran agama dan prinsip maqashid asy-syari’ah. Dengan demikian, landasan teologis dalam penyelenggaraan negara berupa seruan moral untuk mengapresiasi kemaslahatan dan kepentingan masyarakat.
Buku ini membahas hubungan Islam dan negara. Melalui perspektif fiqh yang mendalam dengan tetap mempertimbangkan realitas Indonesia sebagai negara Pancasila, buku ini berusaha menjembatani hubungan antara Islam dan negara. Selamat membaca!