Setelah serial-serial Alice yang telah dilempar ke pasaran berhasil mendapatkan tempat dan apresiasi yang positif dari pembaca, pihak Gramedia Pustaka Utama meluncurkan satu lagi serial Alice yang bertitel “Simply Alice-Waktunya Ngejomblo”.
Kisah ini dimulai dari putusnya hubungan antara Alice dan Patrrick, dan Alice merasa hidupnya telah berubah. Untuk mengobati luka hatinya, Alice berusaha untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai kegiatan. Di kegiatan tersebut, Alice mendapatkan teman-teman baru dan merasa nyaman dengan kesendiriannya tersebut. Diapun berperan sebagai kru panggung dalam drama Fiddler of the Roof, jadi wartawan harian sekolah……………
pokoknya, Alice ingin mengisi hari-harinya agar tidak terasa hampa. Tapi sayangnya keputusanAlice tersebut tidak disukai oleh kedua sahabat akrab Alice, Elizabeth dan Pamela. Mereka merasa bahwa Alice sombong dan sudah mempunyai teman baru diberbagai kegiatan. Oleh karena itu mereka menjauhi Alice. Dan Alice pun menjadi sedih. Dilihat sekilas, gambar cover depan buku ini terlihat sangat menarik karena keselarasan warna dan animasinya pun sangat ‘menggoda’ pandangan remaja yang gemar akan buku bacaan sejenis ini. Disamping itu judul yang dipakai pun sangat dekat dengan kehidupan remaja sehingga membuat para pembaca untuk membacanya. Hal ini bisa diterima, melihat Pengarang buku ini telah berpengalaman di bidang tulis-menulis. Di serial ini saja, sudah 11 judul telah diterbitkan. Sehingga tidak heran segala kelebihan yang terlihat dari fisik buku ini menarik perhatian orang. Dan kebetulan, buku yang saya baca baru mengalami percetakan perdana.
Serial ini termasuk kategori Teenlit. Yang mana kita tahu sendiri bahwa bidikan dari buku ini pasti remaja. Karena tokoh utama dan kisah cerita yang diangkat dalam buku ini juga dekat dengan kehidupan para remaja.
Kelebihan-kelebihan yang bisa menjadi nilai plus dalam buku ini adalah kepintaran Pengarang buku ini dalam menentukan alur sehingga para pembaca mudah mencerna setiap peristiwa yang ditampilkan dalam cerita. Serta pemilihan cerita yang diangkat, yaitu menceritakan tentang kisah remaja sehingga ceritanya ringan dan tidak perlu membutuhkan banyak pemikiran.
Kita ingat bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu pasti berpasang-pasangan, begitu pula dengan buku ini. Kalau tadi sudah dipaparkan apa saja kelebihan-kelebihan yang terdapat pada buku ini, maka kali ini akan dipaparkan kekurangan yang terdapat pada buku ini. Diantaranya adalah setting yang terdapat pada buku ini hanya sedikit sehingga pada saat kita membaca, tempat-tempat yang menjadi latarnya terkesan itu-itu saja. Juga karena kita hidup di Negara Indonesia yang menganut adat ketimuran, rasanya pilihan kata yang terdapat dalam buku ini kurang sesuai dengan kebudayaan kita. Pilihan kata-kata di novel ini disesuaikan dengan bahasa asli novel ini. Dan novel ini berasal dari Inggris. Dan satu lagi point penting yang tidak bisa dilewatkan, yaitu gaya penceritaan si Pengarang kurang menarik daya minat untuk dibaca dan terkesan monoton.
Itulah sekiranya yang dapat saya paparkan mengenai buku ini. Semoga dapat bermanfaat dan bisa menjadi suatu alat pertimbangan bagi mereka yang menginginkan buku ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Sumber: http://www.kampusbook.com/) |