RESENSI BUKU FARAH HIDAYATI
“ALEXANDRA”
Judul buku : Alexandra
Pengarang : Farah Hidayati
Penerbit : Mediakita
Cetakan : I,Maret 2006
II,Maret 2006
Tebal buku : VII + 167
Nama Farah Hidayati mungkin belum begitu akrab ditelinga kita, tetapi karya-karyanya telah banyak menginspirasi beberapa kalangan. Wanita kelahiran Banjarmasin, 3 Juli 1981 ini telah memiliki banyak prestasi. Seperti karyanya yang berjudul “ Rumah Tumbuh “ menjadi juara pertama dalam sayembara mengarangnovel remaja grasindo-renasi.
Pada cerpen “Alexandra”, Farah Hidayati mencoba memaparkan sebuah realita kehidupan masyarakat, lebih khususnya dalam segi keluarga. Disini seorang tokoh remaja yang dalam kehidupan keseharian selalu menghormati dan mematui perintah dari ibunya. Tokoh ini bernama “ Alexandra “ biasa disapa “alexy”.
Alexandra hidup dalam sebuah keluarga yang ia rasakan tidak lengkap : ia tidak memiliki ayah. Ibunya tidak pernah memperkenalkan sosok ayah kepada Alexandra dan, lebih dari itu, ia dilarang berteman dengan lelaki. Dalam ke patuhannya kepada sang ibu, pelan-pelan segalanya terungkap. Alexandra ia menemukan segala yang dicari, dan juga kehilangan, dalam waktu yang bersamaan.
Sebuah kisah seorang remaja dalam upaya-upaya pencarian jati dirinya sendiri, menemukan cinta dan menemukan kebahagiaan. Yang terkandang dihalang atau dihadang oleh kemauaan ibunya sendiri.
Dengan penggunaan bahasa yang lugas tetapi tidak menyimpang dari norma atau dapat dianggap tabu. Sehinnga dapat di mengerti oleh pembaca, tidak hanya itu bahasa dalam penulisan novel Alexandra ini menggunakan bahasa yang biasa digunakan oleh kalangan remaja. Kadang pahit, tanpa harus cengeng dan merengek.
Melalui “Alexandra “, Farah Hidayati menampilkan novel bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dapat menggugah daya imajinasi pembaca sesuai apa yang diharapkan pengarang. Dia juga membebaskan pembacanya untuk berimajinasi pada bagian-bagian yang sengaja tidak ia tampilkan.
Penggambaran Novel ini diambil dari kehidupan sosial masyarakat yang kadang kita remehkan. Disini kita disuguhkan suatu cerita yang kadang jenaka, tanpa menjadi konyol.
Kadang dalam novel ini, disebutkan gaya bahasa yang sulit dimengerti oleh pembaca dan penulisan huruf dalam novel ini kurang jelas. Sehingga diantaranya tidak dapat membacanya sampai akhir cerita.
Secara keseluruhan, novel ini menggunakan karakter tokoh yang kuat dan alur cerita yang mempesona sehingga sulit menebak akhir ceritanya,sebelum banar-benar membaca hinnga tuntas. Novel ini pantas dibaca kalangan muda sebagai sebuah inspirasi atau tolak ukur untuk dapat menemukan jati dirinya sendiri.
Nama : Ega Wahyu N
Nomor : 22
Kelas : XII A5
Sumber: http://www.kampusbook.com/ |